Pengelolalaan BRR di Nias
Kesempatan dalam kesempitan. Istilah yang sangat sederhana. Begitu diucapkan oleh seorang penduduk Nias yang sekarang berdomisili di Jakarta, identitasnya tidak ingin disebutkan.
Mengapa tidak? Kesempatan menjual bantuan yang seharusnya gratis bagi korban bencana alam sudah berlaku di Nias. Para penyalur Dana BRR di daerah menggunakan istilah "uang muka".
Kenyataan, setelah sekian bulan, uang muka sudah dibayar, tapi bantuan yang adalah gratis itu tak kunjung tiba.
Bagaimana komentar anda?
Mengapa tidak? Kesempatan menjual bantuan yang seharusnya gratis bagi korban bencana alam sudah berlaku di Nias. Para penyalur Dana BRR di daerah menggunakan istilah "uang muka".
Kenyataan, setelah sekian bulan, uang muka sudah dibayar, tapi bantuan yang adalah gratis itu tak kunjung tiba.
Bagaimana komentar anda?
