Kalau Gosip Hanya Sekedar Gosip
Kami, wong cilik di suatu daerah pernah menjadi korban kekerasan. Kekerasan yang kami maksud tidak perlu kami ceritakan di sini. Yang menjadi topik utama adalah bahwa gosip bisa membutakan orang. Awalnya, kami (R/F/A/T) kerja di sebuah instansi sederhana. T ini adalah orang asing bagi kami. Salah satu sebabnya adalah karena tingkat kecemburuannya sangat tinggi. Kami mengerti karena dia adalah seorang Gadis single seumur hidup alias perawan tua. Jadi semua perhatian dia tuntut hanya untuk dia.
Yang parahnya, pemimpin yang tidak tahu asalmuasal peristiwa yang digosipkan oleh si T ini bertindak aneh dan memecat secara tidak hormat R yang sebenarnya adalah orang yang lebih berpotensi dari pada T.
Sampai di situ, tidak masalah. R mendapat pekerjaan baru. Eh… T datang mempengaruhi pimpinan T yang baru lagi dengan gosip yang sama. Untung saja pimpinan T yang baru ini orang yang bijak.
Rupa-rupanya, R ini adalah orang yang gesit. Dan dia memiliki banyak bukti pelanggaran di instansi sebelumnya. Takut kalau R membongkar semuanya itu, maka pimpinan lama tempat bekerja sebelumnya terpengaruh oleh gosipnya T bekerja sama untuk menjauhkan R dari lingkungannya.
Tidak mungkinlah. Sejauh kami ketahui R ini orang yang bertanggung jawab dan konsisten. Aduh, memang cerita ini ga ada ujung pangkalnya. Kami menjaga untuk tidak menyebut nama karena sebenarnya orang ini adalah yang harusnya dihormati.
Ah, dari pada pusing… kami lemparkan saja kepada mu…sekalian….

Salam kenallll
Podo, aku yo wong cilik ^_^
Comment by Big Gamul — March 15, 2007 @ 11:30 am