<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>VARIA DAN PROMOSI</title>
	<link>http://suarawongcilik.blogsome.com</link>
	<description>Iklan Mini Amel Tuur</description>
	<pubDate>Thu, 15 Mar 2007 10:07:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Kalau Gosip Hanya Sekedar Gosip</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/15/kalau-gosip-hanya-sekedar-gosip/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/15/kalau-gosip-hanya-sekedar-gosip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2007 10:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/15/kalau-gosip-hanya-sekedar-gosip/</guid>
		<description><![CDATA[	Kami, wong cilik di suatu daerah pernah menjadi korban kekerasan. Kekerasan yang kami maksud tidak perlu kami ceritakan di sini. Yang menjadi topik utama adalah bahwa gosip bisa membutakan orang. Awalnya, kami (R/F/A/T) kerja di sebuah instansi sederhana. T ini adalah orang asing bagi kami. Salah satu sebabnya adalah karena tingkat kecemburuannya sangat tinggi. Kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kami, wong cilik di suatu daerah pernah menjadi korban kekerasan. Kekerasan yang kami maksud tidak perlu kami ceritakan di sini. Yang menjadi topik utama adalah bahwa gosip bisa membutakan orang. Awalnya, kami (R/F/A/T) kerja di sebuah instansi sederhana. T ini adalah orang asing bagi kami. Salah satu sebabnya adalah karena tingkat kecemburuannya sangat tinggi. Kami mengerti karena dia adalah seorang Gadis single seumur hidup alias perawan tua. Jadi semua perhatian dia tuntut hanya untuk dia.</p>
	<p>Yang parahnya, pemimpin yang tidak tahu asalmuasal peristiwa yang digosipkan oleh si T ini bertindak aneh dan memecat secara tidak hormat R yang sebenarnya adalah orang yang lebih berpotensi dari pada T.</p>
<a id="more-13"></a>
<p>&nbsp;</p>
	<blockquote><p>&nbsp;</p>
	<p>Sampai di situ, tidak masalah. R mendapat pekerjaan baru. Eh&#8230; T datang mempengaruhi pimpinan T yang baru lagi dengan gosip yang sama. Untung saja pimpinan T yang baru ini orang yang bijak.</p>
	<p>Rupa-rupanya, R ini adalah orang yang gesit. Dan dia memiliki banyak bukti pelanggaran di instansi sebelumnya. Takut kalau R membongkar semuanya itu, maka pimpinan lama tempat bekerja sebelumnya terpengaruh oleh gosipnya T bekerja sama untuk menjauhkan R dari lingkungannya.</p>
	<p>Tidak mungkinlah. Sejauh kami ketahui R ini orang yang bertanggung jawab dan konsisten. Aduh, memang cerita ini ga ada ujung pangkalnya. Kami menjaga untuk tidak menyebut nama karena sebenarnya orang ini adalah yang harusnya dihormati.</p>
	<p>Ah, dari pada pusing&#8230; kami lemparkan saja kepada mu&#8230;sekalian&#8230;.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/15/kalau-gosip-hanya-sekedar-gosip/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Indonesia Tidak Berkembang Dalam Ilmu Pengetahuan?</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/mengapa-indonesia-tidak-berkembang-dalam-ilmu-pengetahuan/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/mengapa-indonesia-tidak-berkembang-dalam-ilmu-pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 16:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Umum</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/mengapa-indonesia-tidak-berkembang-dalam-ilmu-pengetahuan/</guid>
		<description><![CDATA[	Ketika berbicara tentang Kurikulum di Indonesia, banyak orang berpendapat bahwa Indonesia sudah sangat maju dengan pergantian kurikulum yang terus-menerus.
	Tujuannya adalah untuk memajukan Bangsa ini. Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan ide di balik semua ini.
	Apakah itu benar? Segelintir orang mengatakan bahwa Anak-anak usia pendidikan terus-menerus menjadi kelinci percobaan bagi mereka yang berlomba-lomba mencanangkan program pendidikan yang sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div>Ketika berbicara tentang Kurikulum di Indonesia, banyak orang berpendapat bahwa Indonesia sudah sangat maju dengan pergantian kurikulum yang terus-menerus.</div>
	<div>Tujuannya adalah untuk memajukan Bangsa ini. Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan ide di balik semua ini.</div>
	<div>Apakah itu benar? Segelintir orang mengatakan bahwa Anak-anak usia pendidikan terus-menerus menjadi kelinci percobaan bagi mereka yang berlomba-lomba mencanangkan program pendidikan yang sebenarnya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Belum sepenuhnya dilaksanakan satu kurikulum yang sudah eksist, muncul lagi kurikulum yang baru yang masih belum tentu sanggup mengubah pendidikan di Indonesia. Kalau demikian, kapan Indonesia ini bisa maju?</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/mengapa-indonesia-tidak-berkembang-dalam-ilmu-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pengelolalaan BRR di Nias</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/pengelolalaan-brr-di-nias/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/pengelolalaan-brr-di-nias/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 06:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/pengelolalaan-brr-di-nias/</guid>
		<description><![CDATA[	Kesempatan dalam kesempitan. Istilah yang sangat sederhana. Begitu diucapkan oleh seorang penduduk Nias yang sekarang berdomisili di Jakarta, identitasnya tidak ingin disebutkan.Mengapa tidak? Kesempatan menjual bantuan yang seharusnya gratis bagi korban bencana alam sudah berlaku di Nias. Para penyalur Dana BRR di daerah menggunakan istilah &quot;uang muka&quot;.Kenyataan, setelah sekian bulan, uang muka sudah dibayar, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left">Kesempatan dalam kesempitan. Istilah yang sangat sederhana. Begitu diucapkan oleh seorang penduduk Nias yang sekarang berdomisili di Jakarta, identitasnya tidak ingin disebutkan.<br />Mengapa tidak? Kesempatan menjual bantuan yang seharusnya gratis bagi korban bencana alam sudah berlaku di Nias. Para penyalur Dana BRR di daerah menggunakan istilah &quot;uang muka&quot;.<br />Kenyataan, setelah sekian bulan, uang muka sudah dibayar, tapi bantuan yang adalah gratis itu tak kunjung tiba.<br />Bagaimana komentar anda?</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/pengelolalaan-brr-di-nias/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Banjir di Ibu Kota</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/banjir-di-ibu-kota/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/banjir-di-ibu-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 06:38:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Umum</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/banjir-di-ibu-kota/</guid>
		<description><![CDATA[	Banyak orang tidak mengakui bahwa banjir adalah akibat dari kelalaian manusia. Ketidakpedulian terhadap lingkungan, membuang sampah sembarangan merupakan salah satu penyebab musibah ini.
	Tapi mengapa hal ini tidak disadari? Mengapa masih terus mempersalahkan alam?
	Setelah mengalami musibah ini, apakah yang harus kita buat agar tahun depan kita tidak mengalami masalah dan musibah yang sama?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left">Banyak orang tidak mengakui bahwa banjir adalah akibat dari kelalaian manusia. Ketidakpedulian terhadap lingkungan, membuang sampah sembarangan merupakan salah satu penyebab musibah ini.</div>
	<div align="left">Tapi mengapa hal ini tidak disadari? Mengapa masih terus mempersalahkan alam?</div>
	<div align="left">Setelah mengalami musibah ini, apakah yang harus kita buat agar tahun depan kita tidak mengalami masalah dan musibah yang sama?</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/banjir-di-ibu-kota/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;SEHARUSNYA KOMISI D DPRD JATENG TEMUI WARGA PENDEMO&#8221;</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/seharusnya-komisi-d-dprd-jateng-temui-warga-pendemo/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/seharusnya-komisi-d-dprd-jateng-temui-warga-pendemo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 06:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Umum</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/seharusnya-komisi-d-dprd-jateng-temui-warga-pendemo/</guid>
		<description><![CDATA[	Klaten (Espos) Kunjungan lapangan terkait dana bantuan korban gempa oleh Komisi D DPRD Jateng, Selasa (6/3), yang hanya menurunkan dua anggota DPRD Provinsi ke lapangan, disesalkan oleh anggota DPRD Klaten. Kunjungan itu dinilai kurang dapat menggali fakta di lapangan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten, Drs Sri Widada, menyayangkan kunjungan yang hanya menurunkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left"><font>Klaten (Espos) Kunjungan lapangan terkait dana bantuan korban gempa oleh Komisi D DPRD Jateng, Selasa (6/3), yang hanya menurunkan dua anggota DPRD Provinsi ke lapangan, disesalkan oleh anggota DPRD Klaten. Kunjungan itu dinilai kurang dapat menggali fakta di lapangan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten, Drs Sri Widada, menyayangkan kunjungan yang hanya menurunkan dua personel anggota Komisi D itu. <a id="more-9"></a>
<div>
<blockquote>
<div>&quot;Saya sangat menyayangkan kenapa kunjungan Komisi D DPRD Jateng terkesan hanya mendapatkan informasi dari eksekutif saja. Sebab, sebenarnya, dari anggota Komisi D DPRD Jateng yang ke Klaten bisa dibagi dua, sebagian turun ke lapangan dan sebagian di kantor instansi. Sepengetahuan saya hanya ada dua anggota yang turun ke lapangan yaitu Agus Abdul Latif dan Kamal Fauzi,&quot; ujar Widada kepada wartawan, Kamis (8/3), di Gedung Dewan. Menurut Widada, sebenarnya, anggota Komisi D benar-benar bisa mendapatkan data riil di lapangan sebanyak-banyaknya. <br />Mereka dinilai akan dapat mencocokkan data dengan realitas yang ada. Juga tentang adanya beberapa kasus warga yang rumahnya tidak rusak justru mendapatkan bantuan dan korban yang rumahnya rusak berat malah tidak mendapat bantuan. Dikemukakan dia, adanya demo berkali-kali terkait penyaluran bantuan untuk perbaikan rumah yang bersumber dari APBD Provinsi Jateng sebesar Rp 6,5 juta/rumah bisa menjadi tambahan data bagi anggota Komisi D. Diungkapkannya, seharusnya anggota Komisi D turun ke lapangan dan bertemu dengan para korban yang demo untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sebagai bahan acuan. Dia menambahkan, sebagian masyarakat sudah ada yang menunggu kedatangan anggota Komisi D DPRD Jateng tersebut. &quot;Memang ada yang berkunjung ke lapangan tapi sepengetahuan saya sifatnya perorangan dan cuma dua orang saja.&quot; Dari informasi yang dihimpun Espos, sebanyak 18 orang anggota DPRD Provinsi Jateng mengadakan kunjungan kerja di Klaten pada Selasa lalu. Rombongan dipimpin Ketua Komisi D, Drs Rukma Setya Budi MM. - nad</div>
</blockquote>
</div>
</font></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/seharusnya-komisi-d-dprd-jateng-temui-warga-pendemo/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Soal Dugaan Penyunatan Bantuan Korban Gempa Disesalkan, Bupati Belum Baca Juklak</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/soal-dugaan-penyunatan-bantuan-korban-gempa-disesalkan-bupati-belum-baca-juklak/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/soal-dugaan-penyunatan-bantuan-korban-gempa-disesalkan-bupati-belum-baca-juklak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 06:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Umum</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/soal-dugaan-penyunatan-bantuan-korban-gempa-disesalkan-bupati-belum-baca-juklak/</guid>
		<description><![CDATA[	Semarang (Espos)
	Anggota Komisi D DPRD Jateng menyesalkan Bupati Klaten Sunarna yang belum membaca petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) bantuan rehabilitasi rumah korban gempa bumi. 
	Menurut anggota Komisi D DPRD Jateng, Kamal Fauzi, akibat bupati belum membaca Juklak dan Juknis terjadi penyimpangan dan penyunatan dalam penyaluran bantuan di sejumlah kecamatan. 



Bila sebelumnya penyunatan bantuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left">Semarang (Espos)</div>
	<div align="left">Anggota Komisi D DPRD Jateng menyesalkan Bupati Klaten Sunarna yang belum membaca petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) bantuan rehabilitasi rumah korban gempa bumi. </div>
	<div align="left">Menurut anggota Komisi D DPRD Jateng, Kamal Fauzi, akibat bupati belum membaca Juklak dan Juknis terjadi penyimpangan dan penyunatan dalam penyaluran bantuan di sejumlah kecamatan. <a id="more-8"></a>
<div>
<blockquote>
<div>
<div align="left">Bila sebelumnya penyunatan bantuan korban gempa di Klaten terjadi di beberapa desa di Kecamatan Wedi, sekarang juga terjadi di Kecamatan Bayat. &quot;Bupati Klaten mengakui belum membaca Juklak dan Juknis itu. Ini sangat disesalkan karena Bupati selaku penanggung jawab di daerah,&quot; katanya didampingi anggota Komisi D lainnya Agus Abdul Latif kepada wartawan di Semarang, Rabu (7/3).</div>
	<div align="left">Lebih lanjut, Kamal yang baru saja melakukan kunjungan lapangan ke Klaten, menjelaskan, menemukan adanya indikasi penyimpangan prosedur dalam pencairan dana bantuan di Desa Dukuh dan Banyuripan, Kecamatan Bayat.</div>
	<div align="left">Dalam Juklak disebutkan jika dana bantuan tersebut semestinya sudah harus dicairkan pada tahun anggaran 2006. Namun, ternyata pencairan ada yang sampai Februari 2007. &quot;Di Desa Dukuh dari bantuan dana senilai Rp 6,5 juta, warga baru menerima Rp 4,5 juta pada 14 Desember 2006 dan sisanya Rp 2 juta baru dibayarkan 18 Februari 2007 lalu. Ini jelas tak sesuai prosedur,&quot; paparnya. Harus tuntas Mestinya, ujar dia, anggaran APBD 2006 sudah harus tuntas dicairkan pada tahun itu juga. &quot;Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Kabupaten Klaten mengakui ada sebagian dana yang tidak dicairkan secara utuh dengan alasan menunggu surat pertanggung jawaban (SPJ) dari tingkat desa/kelurahan, &quot; ujar Kamal. </div>
	<div align="left">Anggota Komisi D Agus Abdul Latif menambahkan, ketika bertemu dengan salah satu penerima bantuan di Desa Banyuripan Kecamatan Bayat, memperoleh data bahwa warga menandatangani kuitansi senilai Rp 6,5 juta. Namun uang yang diterima hanya Rp 4,5 juta dengan alasan sisanya yakni Rp 2 juta digunakan sebagai biaya operasional. &quot;Menurut penjelasan kepala desa kepada warga, dana Rp 2 juta, sengaja disimpan terlebih dahulu dengan pertimbangan untuk cadangan bila ada warga yang terdaftar tapi belum mendapatkan. &quot; Terpisah, Kapolda Jateng, Irjen Pol Dody Sumantyawan HS menyatakan saat ini Polda sedang mengumpulkan keterangan guna menindaklanjuti secara hukum dugaan penyimpangan bantuan korban gempa bumi di Klaten. &quot;Polisi sedang mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti di lapangan,&quot; tegas Kapolda. Kapolda menambahkan, sejak awal pihaknya telah menginstruksikan kepada anggotanya di Klaten untuk memantau penyaluran bantuan tersebut, karena rawan terjadi penyimpangan. &quot;Adanya laporan dugaan penyimpangan itu, polisi terus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak guna mengetahui sejauh mana kebenaran informasi itu,&quot; ujarnya. (Insetyonoto)</div>
</div>
</blockquote>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/12/soal-dugaan-penyunatan-bantuan-korban-gempa-disesalkan-bupati-belum-baca-juklak/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Tamu</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/buku-tamu/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/buku-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2007 16:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Umum</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/buku-tamu/</guid>
		<description><![CDATA[	Terimakasih anda telah mengunjungi situs ini.
	Silahkan titipkan pesan anda pada kotak yang tersedia di bawah ini sebagai bukti bahwa anda telah mengunjungi situs ini.
	Wongcilik
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">Terimakasih anda telah mengunjungi situs ini.</p>
	<p align="justify">Silahkan titipkan pesan anda pada kotak yang tersedia di bawah ini sebagai bukti bahwa anda telah mengunjungi situs ini.</p>
	<p align="justify">Wongcilik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/buku-tamu/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Bencana Alam dalam Kategori</title>
		<link>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/bencana-alam-dalam-kategori/</link>
		<comments>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/bencana-alam-dalam-kategori/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2007 10:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongcilik</dc:creator>
		
	<category>Bencana Alam</category>
		<guid>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/bencana-alam-dalam-kategori/</guid>
		<description><![CDATA[	Mengapa ada komentar para pembesar di Negara ini yang mengatakan bahwa bencana alam yang kita alami ada dalam beberapa kategori? Ada yang termasuk bencana lokal, ada juga yang termasuk bencana nasional. Sampai saat ini, banyak di antara kita yang tidak dapat membedakan bencana mana yang termasuk bencana nasional. Tapi para pembesar kita sanggup mengkategorikannya.
	


Dulu, ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify">Mengapa ada komentar para pembesar di Negara ini yang mengatakan bahwa bencana alam yang kita alami ada dalam beberapa kategori? Ada yang termasuk bencana lokal, ada juga yang termasuk bencana nasional. Sampai saat ini, banyak di antara kita yang tidak dapat membedakan bencana mana yang termasuk bencana nasional. Tapi para pembesar kita sanggup mengkategorikannya.</div>
	<div align="justify"><a id="more-1"></a>
<div>
<blockquote>
<div>Dulu, ketika bencana gempa dan tsunami di Aceh, mereka mengatakan bahwa bencana tersebut termasuk bencana nasional. Ketika bencana yang sama terjadi di Nias, sumatera Utara, mereka mengatakan bahwa itu bukan bencana nasional. Itu adalah bencana lokal saja.</div>
	<div align="justify">Kedua peristiwa di atas sama-sama menelan korban materi dan korban jiwa yang perlu ditangan dengan serius. Koq dibedakan dengan cara mengkategorikan seperti itu. Apakah hal ini ada hubungannya dengan biaya yang akan dianggarkan untuk memulihkan keadaan di tempat terjadinya bencana tersebut?</div>
</blockquote>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarawongcilik.blogsome.com/2007/03/11/bencana-alam-dalam-kategori/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
